Referensi Ringkas & Cepat Untuk Co-ass,Bidan,Perawat

::Sajian menarik dari Atta Kalya PLUS free Download Askep-Askeb-KTI-Riset-Leaflet Untuk Perawat, Bidan::

TEKNIK KOMUNIKASI TERAUPETIK

Posted by abukalya pada 12 Februari 2010

TEKNIK KOMUNIKASI TERAUPETIK

Oleh : KARMUDJI  SST.

PENDAHULUAN

Ada 3 metode pengumpulan data pada tahap pengkajian :

  1. Komunikasi yang efektif
  2. Observasi
  3. Pemeriksaan fisik

Teknik komunikasi sangat bermanfaat bagi perawat.

Semua interaksi perawat dengan pasien dengan komunikasi.

Teknik komunikasi terapeutik : Usaha mengajak pasien dan keluarga untuk bertukar pikiran dan perasaan.

Teori komunikasi sangat sesuai dengan praktek keperawatan, karena :

  1. Komunikasi merupakan cara untuk membina hubungan yang terapeutik
  2. Maksud komunikasi adalah mempengaruhi perilaku orang lain. Keberhasilan intervensi keperawatan tergantung pada komunikasi
  3. Komunikasi adalah berhubungan. Hubungan perawat-pasien yang terapeutik dapat dicapai dengan komunikasi

KOMPONEN – KOMPONEN PENTING DALAM KOMUNIKASI

  1. PEMBERI  PESAN (SENDER / KOMUNIKATOR)
  2. PESAN  (MESSAGE)
  3. PENERIMA  PESAN  (RECEIVER/KOMUNIKAN)
  4. TANGGAPAN  (RESPONSE / UMPAN BALIK)
  5. MEDIA (SALURAN)

PROSES  KOMUNIKASI

PENGERTIAN  KOMUNIKASI

  • SUATU PROSES DINAMIKA SOSIAL DIDALAM PENYAMPAIAN INFORMASI DIANTARA DUA ORANG ATAU LEBIH.
  • SUATU PROSES DIMANA INFORMASI DISAMPAIKAN, DITERIMA DAN DIMENGERTI.
  • SUATU PROSES PENYAMPAIAN PESAN DARI KOMUNIKATOR KEPADA KOMUNIKAN YANG BERKESEIMBANGAN, UNTUK MENCAPAI TUJUAN TERTENTU.
  • SUATU INTERAKSI DAN TRANSAKSI YANG DIGUNAKAN MANUSIA DALAM MENERIMA DAN MEMBERIKAN PESAN.

PIKIRAN – PIKIRAN, IDE

SIKAP

PERASAAN – PERASAAN

KOMUNIKASI  TERAPEUTIK

  • Berbeda  dengan  komunikasi sosial.
  • Bertitik tolak pada saling pengertian dan tingkah laku klien, mengemukakan masalah, klien dapat belajar cara – cara yang lebih efektif untuk berkomunikasi dan menggunakan lebih baik proses pertahanan diri dalam pemecahan masalah.
  • Keterampilan yang dapat dipelajari.

MACAM – MACAM  KOMUNIKASI

  1. KOMUNIKASI  VERBAL :

KATA – KATA YANG DIUCAPKAN.

TULISAN.

2. KOMUNIKASI  NON-VERBAL

  • Mendengarkan
  • Sentuhan
  • Bau
  • Ekspresi wajah

Pandangan mata

Gerakan bibir

  • Penampilan  fisik
  • Sikap tubuh dan cara berjalan
  • Bahasa gerak tubuh

CIRI – CIRI KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

  1. Mudah dipahami dan tidak menimbulkan keraguan dan kebingungan ( ambigu ).
  2. Makna informasi harus jelas.
  3. Menggunakan istilah – istilah yang diartikan sama oleh pengirim dan penerima.
  4. Informasi harus obyektif, akurat, faktual.

KOMUNIKASI YANG TIDAK EFEKTIF

  1. Kegagalan dalam mendengar aktif.
  2. Memberikan jaminan yang tidak mungkin.
  3. Sering memberi petunjuk / nasehat.
  4. Menghentikan pembicaraan atau mendadak merubah topik.
  5. Memberi komentar yang monoton.
  6. Kata – kata / ucapan tidak dimengerti klien.
  7. Memperbincangkan soal pribadi kita dengan klien sampai sekecil – kecilnya.
  8. Terlalu banyak bertanya.
  9. Menantang.
  10. Mengembangkan hubungan sebagai teman yang seharusnya hubungan profesi.

JOHARI’S  WINDOW

DIKETAHUI  OLEH  DIRI

SENDIRI  & ORANG LAIN

( KUADRAN  I )

OPEN

(PUBLIC  AREA)

HANYA  DIKETAHUI

ORANG  LAIN

( KUADRAN  II )

BLIND  AREA

HANYA  DIKETAHUI  DIRI

SENDIRI

( KUADRAN  III )

HIDDEN  AREA

TIDAK  DIKETAHUI  OLEH

SIAPAPUN

( KUADRAN  IV )

MYSTERI / DARK  AREA

JOHARI’S   WINDOW

  1. Perubahan  satu  kuadran  akan mempengaruhi  kuadran  lain.
  2. Bila kuadran   I   paling  sempit,  individu tersebut komunikasinya buruk/ kesadaran diri kurang.
  3. Bila kuadran  I  lebih luas, individu tersebut terbuka / terus terang.
  4. Bila kuadran  II  lebih luas, individu tersebut kesadaran dirinya kurang.
  5. Bila kuadran  III  lebih luas, individu tersebut sangat tertutup.
  6. Bila kuadran  IV lebih luas, individu tersebut tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu.

CARA  MENINGKATKAN  KESADARAN  DIRI

  1. Mempelajari  diri  sendiri.
  2. Belajar  dari  orang  lain.
  3. Membuka  diri.

JARAK (SPACE) DALAM BERKOMUNIKASI

Konsep hubungan interpersonal diperkenalkan oleh Hall (1966)

Jenis Komunikasi Jarak
1 Comfort zones 15 – 20 cm
2 Komunikasi akrab 20 – 45 cm
3 Komunikasi pribadi 45 – 120 cm
4 Komunikasi sosial 120 – 360 cm
5 Komunikasi publik 360 – 750 cm
  • Hall menekankan kebudayaan mempengaruhi jarak interaksi.
  • Menentukan jarak interaksi perawat–pasien adalah sangat penting, agar keduanya merasa nyaman (Comfort Zones)
  • Berbagai budaya jarak yang nyaman adalah 15 – 20 cm (Comfort Zones)

Sikap Perawat dalam Berkomunikasi

  • Perawat hadir secara fisik dan psikologis pada saat berkomunikasi dengan pasien.
  • Yang sangat penting adalah sikap dan penampilan.

5 cara untuk menghadirkan diri secara fisik / psikologis :

  1. Berhadapan

Arti dari posisi ini adalah “Saya siap membantu anda”

2. Mempertahankan kontak mata

Kontak mata pada level yang sama berarti menghargai pasien dan ingin tetap berkomunikasi.

3. Membungkuk ke arah pasien

Posisi ini menunjukkan keinginan untuk mengatakan atau mendengar sesuatu.

4. Mempertahankan sikap terbuka

Tidak melipat kaki atau tangan, menunjukkan keterbukaan untuk berkomunikasi.

5. Tetap relaks

Mengontrol keseimbangan antara ketegangan dan relaksasi dalam merespon pasien.

  • Untuk mengumpulkan data pada tahap pengkajian terhadap klien, perawat menggunakan berbagai teknik komunikasi terapeutik (Stuart & Sundeen, 2002, hal 18).
  • Hindari pertanyaan :

Kenapa / mengapa (Why)

Bagaimana (How)

Karena jawaban pertanyaan tersebut memerlukan kemampuan analisa, pasien sering menjawab “Tidak tahu”

  • “Mengapa dan bagaimana” : Sulit untuk menggali data yang akurat dan juga menjadi hambatan dalam komunikasi.

Jenis Teknik  Komunikasi

JENIS  TEKNIK KOMUNIKASI CONTOH KEGUNAAN
1 Memberi informasi (Giving information) “Nama saya adalah…”

“Saya perawat Ruang …”

“Tempat tidur anda no. …”

“Kamar mandi / WC di sebelah sana”

ü  BHSP

ü  Mengorientasikan situasi bangsal

2 Memberi pengakuan / penghargaan

(Giving recognition)

“Selamat pagi”

“Assalamu’alaikum”

ü  BHSP

ü  Menghormati klien

3 Menunjukkan penerimaan

(Showing acceptance)

“Ya”

“Saya mendengarkan apa yang anda katakan”

“Mengangguk

ü  BHSP
4 Mengobservasi

(Making observations)

“Saya perhatikan anda pucat”

“Anda tampak sedih ?”

“Anda senyum dan tertawa ?”

ü  Menanyakan keadaan klien

ü  Mengkaji halusinasi / ilusi

5 Menawarkan diri

(Offering of self)

“Saya akan membantu anda”

“Biarkan saya duduk di samping anda 15 menit”

ü  Fixasi psikologis
6 Mengarahkan secara umum

(General leads)

“Kemudian”

“Jadi”

“Katakan padaku tentang …”

ü  Menggali data yang lebih akurat
7 Pertanyaan terbuka

(Broad openings)

“Apa yang anda ingin bicarakan ?”

“Apa yang terjadi di rumah, coba ceritakan”

“Apa yang sedang anda pikirkan ?”

ü  Menanyakan alasan masuk RS

ü  Menggali data yang lebih lengkap

8 Klarifikasi

(Seeking clarification)

“Siapakah mereka itu ?”

“Siapa yang anda ajak bicara ?”

ü  Dikombinasi dengan observasi untuk menanyakan halusinasi/ ilusi

ü  Mengkaji waham

9 Menggambarkan persepsi

(Encouraging description of perseption)

“Apa yang dikatakan suara itu ?”

“Katakan jika anda merasa cemas”

ü  Menanyakan isi halusinasi
10 Eksplorasi

(Exploring)

“Ceritakan lebih banyak lagi tentang …”

“Siapa yang mengantar anda ke RS”

ü  Mengkaji daya ingat dan alasan masuk RS.
11 Pemusatan (Focusing) “Saya pikir kita seharusnya membicarakan lebih lanjut tentang …” ü  Menghemat waktu interaksi
12 Humor “Saya anggota PDIP (Penurunan daya ingat progresif) ü  Bentuk sublimasi

ü  Memberi suasana baru

BUKU  ACUAN

Deborah Antai Otong, 1995, Psychiatric Nursing Biological and Behavior Consepts, WB. Saunders Company, Philadelphia. p. 337-353.

Lynda Juall Carpenito, 2000, Diagnosa Keperawatan Edisi 8, EGC, Jakarta, Hal ; 360-370.

Stuart G.W. & Sundeen S.J., 2002, Buku Saku Keperawatan Jiwa, EGC, Jakarta, Hal ; 281-299.

Stuart G.W. & Sundeen S.J., Principles Practice of Psychiatric Nursing, Mosby Year Book, New York, p. 453-472.

About these ads

Satu Tanggapan to “TEKNIK KOMUNIKASI TERAUPETIK”

  1. Today, I went to the beachfront with my children. I
    found a sea shell and gave it to my 4 year old daughter and said “You can hear the ocean if you put this to your ear.” She put the shell to
    her ear and screamed. There was a hermit crab inside and it pinched her ear.
    She never wants to go back! LoL I know this is completely off topic but I had
    to tell someone!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: