Referensi Ringkas & Cepat Untuk Co-ass,Bidan,Perawat

::Sajian menarik dari Atta Kalya PLUS free Download Askep-Askeb-KTI-Riset-Leaflet Untuk Perawat, Bidan::

Berjuang melawan Skizofrenia – My Story

Posted by abukalya pada 3 September 2011

Ditulis oleh: Bagus Utomo*)
Sebenarnya saya sudah menggunakan internet sejak awal sekali, mungkin sejak baru ada satu atau dua provider saja di indonesia. Tapi baru sekitar 2 tahun kemudian saya terpikir mencari informasi tentang penyakit yang diderita kakak saya di internet. Waktu itu saya hampir tidak punya pengetahuan apapun tentang penyakit yang kami hadapi sekeluarga. Tapi saya ingat pernah melihat catatan dari dokter ada tulisan paranoid delusion. Saya lupa, apakah itu dari surat pengantar atau apa. Sepertinya kata paranoid itu yg mengantar saya menemukan sejumlah personal website yang dibuat oleh penderita dari luar negeri.
Websitenya juga tidak semua tentang skizofrenia. Ada yg tentang bipolar, manik depresif, dan tentang bunuh diri. Tapi saya ingat ada sejumlah artikel yg isinya tentang gejala2 dan sedikit panduan untuk keluarga. Saya print banyak sekali. Meskipun banyak yang tidak saya mengerti, saya coba menjelaskan kepada keluarga.

“Kayaknya ini sama deh sama sakitnya Bayu,” itu yang saya bilang kepada adik2 dan ibu.

Ternyata sejumlah sikap yang kami kembangkan secara alami selama menghadapi kakak saya, sudah sejalan dengan panduan tersebut. Tapi karena beberapa tahun hampir tidak mendapat pengobatan medis, maka situasi yang kami alami sangat buruk. Kira2 sebulan kakak saya sakit, sebenarnya tindakan kami sudah tepat membawanya ke dokter jiwa. Tapi karena pengetahuan kami yang minim, maka pengobatan putus begitu saja. Beberapa kali kami putus pengobatan. Akhirnya kami hanya mengandalkan pengobatan alternatif. Ini yang membuat penderitaan panjang, yang seringkali hampir berakhir tragis.

Kebetulan juga saat itu saya bekerja di sebuah konsultan bisnis yang punya database cukup lengkap berita-berita berbagai surat kabar di Indonesia. Mulailah saya melakukan pencarian di database dan menemukan banyak sekali artikel tentang kesehatan jiwa. Termasuk kejadian2 tragis terbunuhnya anggota keluarga karena ada keluarga yang sakit jiwa.

Karena saya mengalami sendiri, rasanya sedih sekali membaca berita2 semacam itu. Belum lagi membaca bagaimana analisis dan komentar menghakimi yang tidak tepat. Kadang saya menghabiskan waktu menjawab email2 yang bernada miring di berbagai milis yang mengomentari peristiwa2 semacam itu.

Biar keluarga2 lain tidak perlu kesulitan menemukan informasi tentang penyakit ini saya bikin website aja. Jangan sampai ada lagi kejadian seperti yang saya alami di rumah. Biarpun saya bukan pakar, bukan dokter, tapi saya pikir, saya berjuang sebisa saya dengan berbagi pengalaman sebagai keluarga. Dan berusaha memuat sebagian terjemahan2 yang saya kerjakan untuk keluarga saya sendiri.

Seingat saya, saya sudah mulai bikin website tentang skizofrenia sejak 1999-2000. Tapi saya sudah lupa, sebab beberapa saya buat di hosting gratis di internet yang waktu itu banyak banget. Mungkin karena perusahaannya bangkrut, website saya terhapus juga.

Yang masih ada dan bisa saya temukan lagi antara lain mailinglist dan backup di archive.org. Akan saya ceritakan di sini ;-)

Pertama saya buat mailing list di Yahoogroups tanggal 26 Februari 2001.
http://health.groups.yahoo.com/group/schizophrenia-l/

Mailing list ini masih ada sampai sekarang. Tapi kini sudah saya invite semua membernya ke Facebook Group KPSI.

Salah satu website awal yang bisa saya temukan lagi di www.archive.org tercatat saya buat Bulan Mei 2001 alamatnya di http://www.schizophrenia.web.id/.

Datanya bisa dicek di:

http://web.archive.org/web/*/http://www.schizophrenia.web.id/

Saya sudah install forum dengan script PHPBB juga loh. Sayangnya respon masyarakat tidak terlalu besar. Maklum, pengguna internet waktu itu juga belum sebanyak sekarang.

Coba deh dilihat arsipnya di:
http://web.archive.org/web/20010517023345/www.schizophrenia.web.id/

Nah, domainnya saya register dengan gaji saya ke IDnic. Beberapa bulan kemudian, saya pindahkan hosting ke cakraweb kalo nggak salah. Kemudian saya gunakan aplikasi content management system PHPNuke. Kemudian saya juga sebarkan lagi email berantai yg mengundang pengunjung ke website yang saya buat. Lumayan banyak juga yang mengisi guestbook. Banyak yg mengirim email dan telepon saya. Baik dari keluarga dan penderita.

Saat itulah saya mendapat telpon pak Dokter Irmansyah, kemudian saya temui beliau di kantornya di RSCM. Bertemu mbak Ambar yang ingin buat newsletter ttg skizofrenia. Pak Dokter juga yg merekomendasikan kakak saya untuk dirawat di panti.

Ketika masa2 kritis yg saya lewati itu, saya jadi nggak suka kalau ada masalah yang penyelesaiannya bertele2. Meskipun saya masih belum percaya sepenuhnya bahwa pengobatan medis dapat membawa prubahan pada kakak saya, tapi saya ikuti insting saja. Saya survey sendiri lokasi panti. Setelah saya jelaskan kepada Bapak-Ibu, besoknya saya minta petugas menjemput kakak saya di rumah. Kondisi kakak saya yg sangat “violent” nggak terlalu saya pikirkan, pokoknya saya bujuk saja biar mau disuntik agar bisa dibawa ke panti. Ibu dan bapak saya suruh sembunyi aja. Saya hadapin sendiri saja deh. Yang penting, kami sudah berusaha. Dan rupanya memang tahun itu kami mengambil langkah maju.

Ketika tiga bulan kemudian kami jenguk, mas Bayu sudah mengalami kemajuan yg berarti. Lama-lama saya jadi yakin kalau pengobatan medis merupakan pilihan yang baik. Karena metode dan sistem yang ada adalah yang paling dapat menjangkau sebanyak mungkin keluarga di seluruh Indonesia.

++++

Coba search di google, kemudian ketik pada kotak pencarian:
www.schizophrenia.web.id

Nanti akan ketemu sejumlah links yang masih menyimpan email promosi yang saya kirim ke berbagai milis.

http://www.mail-archive.com/balita-anda@indoglobal.com/msg27514.html
http://forum.kafegaul.com/archive/index.php/t-58343.html

Masih banyak lagi yang lain.

Saya juga menemukan artikel tulisan Dokter Irmansyah yang mereferensikan website yg saya buat untuk family empowerment. Lihat di:

http://www.unisosdem.org/kliping_detail.php?aid=3220&coid=1&caid=56

Sayang sekali, karena saya kena PHK dan keluarga membutuhkan biaya juga. Maka akhirnya websitenya tidak bisa saya perpanjang sewanya ke hosting company. Dengan berat hati, usaha saya terhenti sesaat.

++++

Skizofrenia.blogdrive.com

Dengan berbekal sedikit pengetahuan dan telah menempuh jalur pengobatan medis ternyata tidak membuat perjalanan kami sekeluarga menghadapi skizofrenia segera berhasil. Pada fase2 inilah, kami menyadari bahwa perjuangan masih panjang. Kakak saya telah beberapa waktu pulang ke rumah. Tapi, waktu yang terbuang untuk bergulat dengan kondisi akut membuat jeda yang panjang dalam hidupnya. Usia sudah melewati 40 tahun. Pekerjaannya dulu sebagai guru STM hampir tak mungkin ditekuninya lagi. Inilah PR terbesar kami.

Inilah bom waktu yang sesungguhnya. Sekarang kami harus berpacu dengan waktu. Mumpung orangtua masih ada, harus segera memandirikan mas Bayu. Mungkin pada akhirnya ini berakhir pada sesuatu yang absurd. Mungkin kami akan kalah. Karena kami adik-adiknya juga harus mulai memikirkan masa depan kami sendiri. Tapi selama masih ada waktu kami akan terus berusaha.

Bila suatu saat saya harus kalah, saya tidak akan menyerah begitu saja. Saya boleh kalah di satu pertempuran ini. Tapi saya harus menang di pertempuran lain! Saya harus membantu keluarga2 lain. Karena itu saya buat lagi skizofrenia.blogdrive.com.

Blog tersebut saya isi dengan berita2 tentang skizofrenia dan kesehatan mental dari beberapa media. Belum banyak yang saya post sejak saya buat kalo tidak salah tahun 2005. Tapi ada beberapa pesan yang masuk ke saya. Ketika saya lihat lagi kemaren, salah satu pengirim pesan di website ini sekarang sudah saya temukan lewat KPSI, yaitu Miza yang tahun 2005 lalu masih SMA!

Namun sepanjang tahun2 jeda website atau blog, saya terus menjaga kelangsungan komunitas schizophrenia-l@yahoogroups.com. Saya juga berbagi cerita di blog pribadi saya di

http://gunung.blogspot.com/ dan http://larassejati.multiply.com/.

Hingga beberapa bulan terakhir saya buat group lagi di facebook. Kali ini saya beri nama Komunitas Peduli Skizofrenia yang rupanya lumayan berkembang. Mungkin karena bisa disini kita saling melihat profil lawan bicara.

Semoga saja Komunitas ini terus berkembang baik dari jumlah maupun kegiatan2 di darat. Saya berharap dari sini banyak teman2 baru yang ikut tergerak mengembangkan komunitas pendukung ODS dan keluarganya di masing-masing daerah.

Di saat kita sedang merasakan kegembiraan dan kehangatan keluarga, banyak sekali keluarga yang sedang bingung atau bersembunyi dalam ketakutan di rumahnya sendiri. Kalau kita bisa bantu mereka, berarti saya tidak kalah begitu saja menghadapi skizofrenia.

Smangat! :)

*) Admin group KSPI difacebook

yang ingin gabung, silahkan GABUNG ke KOMUNITAS PEDULI SKIZOFRENIA INDONESIA

Posted in Ilmu Keperawatan Jiwa | 2 Comments »

APA ITU SKIZOFRENIA

Posted by abukalya pada 3 September 2011

SKIZOFRENIA

Sumber:
http://bas.web.id:8888/blog/2009/10/skizofrenia/

Skizofrenia berasal dari dua kata, yaitu “Skizo” yang artinya retak atau pecah (split), dan “frenia” yang arinya jiwa. Merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).

Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia.

75% Penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri.

Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati, kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan psikolog.

Epidemioiogi
Prevalensi skizofrenia di Amerika Serikat dilaporkan bervariasi terentang dari 1 sampai 1,5 persen dengan angka insidens 1 per 10.000 orang per tahun. Berdasarkan jenis kelamin prevalensi skizofrenia adalah sama, perbedaannya terlihat dalam onset dan perjalanan penyakit. Onset untuk laki laki 15 sampai 25 tahun sedangkan wanita 25-35 tahun. Prognosisnya adalah lebih buruk pada laki laki dibandingkan wanita. Beberapa penelitian menemukan bahwa 80% semua pasien skizofrenia menderita penyakit fisik dan 50% nya tidak terdiagnosis. Bunuh diri adalah penyebab umum kematian diantara penderita skizofrenia, 50% penderita skizofrenia pernah mencoba bunuh diri 1 kali seumur hidupnya dan 10% berhasil melakukannya. Faktor risiko bunuh diri adalah adanya gejala depresif, usia muda dan tingkat fungsi premorbid yang tinggi.

Komorbiditas Skizofrenia dengan penyalahgunaan alkohol kira kina 30% sampai 50%, kanabis 15% sampal 25% dan kokain 5%-10%. Sebagian besar penelitian menghubungkan hal ini sebagai suatu indikator prognosis yang buruk karena penyalahgunaan zat menurunkan efektivitas dan kepatuhan pengobatan. Hal yang biasa kita temukan pada penderita skizofrenia adalah adiksi nikotin, dikatakan 3 kali populasi umum (75%-90% vs 25%-30%). Penderita skizofrenia yang merokok membutuhkan anti psikotik dosis tinggi karena rokok meningkatkan kecepatan metabolisme obat tetapi juga menurunkan parkinsonisme. Beberapa laporan mengatakan skizofrenia lebih banyak dijumpai pada orang orang yang tidak menikah tetapi penelitian tidak dapat membuktikan bahwa menikah memberikan proteksi terhadap Skizofrenia.

Etiologi
Model diatesis -stress Menurut teori ini skizofrenia timbul akibat faktor psikososial dan lingkungan. Model ini berpendapat bahwa seseorang yang memiliki kerentanan (diatesis) jika dikenai stresor akan lebih mudah menjadi skizofrenia.
Faktor Biologi
Komplikasi kelahiran
Bayi laki laki yang mengalami komplikasi saat dilahirkan sering mengalami skizofrenia, hipoksia perinatal akan meningkatkan kerentanan seseorang terhadap skizofrenia.

Infeksi
Perubahan anatomi pada susunan syaraf pusat akibat infeksi virus pernah dilaporkan pada orang orang dengan skizofrenia. Penelitian mengatakan bahwa terpapar infeksi virus pada trimester kedua kehamilan akan meningkatkan seseorang menjadi skizofrenia.

Hipotesis Dopamin
Dopamin merupakan neurotransmiter pertama yang berkontribusi terhadap gejala skizofrenia. Hampir semua obat antipsikotik baik tipikal maupun antipikal menyekat reseptor dopamin D2, dengan terhalangnya transmisi sinyal di sistem dopaminergik maka gejala psikotik diredakan.1° Berdasarkan pengamatan diatas dikemukakan bahwa gejala gejala skizofrenia disebabkan oleh hiperaktivitas sistem dopaminergik.5’7

Hipotesis Serotonin
Gaddum, wooley dan show tahun 1954 mengobservasi efek lysergic acid diethylamide (LSD) yaitu suatu zat yang bersifat campuran agonis/antagonis reseptor 5-HT. Temyata zatini menyebabkan keadaan psikosis berat pada orang normal. Kemungkinan serotonin berperan pada skizofrenia kembali mengemuka karena penetitian obat antipsikotik atipikal clozapine yang temyata mempunyai afinitas terhadap reseptor serotonin 5-HT~ lebih tinggi dibandingkan reseptordopamin D2.57

Struktur Otak
Daerah otak yang mendapatkan banyak perhatian adalah sistem limbik dan ganglia basalis. Otak pada pendenta skizofrenia terlihat sedikit berbeda dengan orang normal, ventrikel teilihat melebar, penurunan massa abu abu dan beberapa area terjadi peningkatan maupun penurunan aktifitas metabolik. Pemenksaaninikroskopis dan jaringan otak ditemukan sedikit perubahan dalam distnbusi sel otak yang timbul pada masa prenatal karena tidak ditemukannya sel glia, biasa timbul pada trauma otak setelah lahir.81°

Genetika
Para ilmuwan sudah lama mengetahui bahwa skizofrenia diturunkan, 1% dari populasi umum tetapi 10% pada masyarakat yang mempunyai hubungan derajat pertama seperti orang tua, kakak laki laki ataupun perempuan dengan skizofrenia. Masyarakat yang mempunyai hubungan derajat ke dua seperti paman, bibi, kakek / nenek dan sepupu dikatakan lebih sering dibandingkan populasi umum. Kembar identik 40% sampai 65% berpeluang menderita skizofrenia sedangkan kembar dizigotik 12%. Anak dan kedua orang tua yang skizofrenia berpeluang 40%, satu orang tua 12%.
Gambaran klinis
Perjalanan penyakit Skizofrenia dapat dibagi menjadi 3 fase yaitu fase prodromal, fase aktif dan fase residual. Pada fase prodromal biasanya timbul gejala gejala non spesifik yang lamanya bisa minggu, bulan ataupun lebih dari satu tahun sebelum onset psikotik menjadi jelas. Gejala tersebut meliputi : hendaya fungsi pekerjaan, fungsi sosial, fungsi penggunaan waktu luang dan fungsi perawatan diri. Perubahan perubahan ini akan mengganggu individu serta membuat resah keluarga dan teman, mereka akan mengatakan “orang ini tidak seperti yang dulu”. Semakin lama fase prodromal semakin buruk prognosisnya. Pada fase aktif gejala positif / psikotik menjadi jelas seperti tingkah laku katatonik, inkoherensi, waham, halusinasi disertai gangguan afek. Hampir semua individu datang berobat pada fase ini, bila tidak mendapat pengobatan gejala gejala tersebut dapat hilang spontan suatu saat mengalami eksaserbasi atau terus bertahan. Fase aktif akan diikuti oleh fase residual dimana gejala gejalanya sama dengan fase prodromal tetapi gejala positif / psikotiknya sudah berkurang. Disamping gejala gejala yang terjadi pada ketiga fase diatas, pendenta skizofrenia juga mengalami gangguan kognitif berupa gangguan berbicara spontan, mengurutkan peristiwa, kewaspadaan dan eksekutif (atensi, konsentrasi, hubungan sosial)
Diagnosis:
Pedoman Diagnostik PPDGJ-lll
Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala gejala itu kurang tajam atau kurang jelas):
– “thought echo” = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras), dan isi pikiran ulangan, walaupun isinya sama, namun kualitasnya berbeda ; atau
– “thought insertion or withdrawal” = isi yang asing dan luar masuk ke dalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya (withdrawal); dan
– “thought broadcasting”= isi pikiranya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya;
– “delusion of control” = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar; atau
– “delusion of passivitiy” = waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar; (tentang ”dirinya” = secara jelas merujuk kepergerakan tubuh / anggota gerak atau ke pikiran, tindakan, atau penginderaan khusus);
– “delusional perception” = pengalaman indrawi yang tidak wajar, yang bermakna sangat khas bagi dirinya, biasnya bersifatmistik atau mukjizat;
Halusinasi auditorik:
suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap perilaku pasien, atau
mendiskusikan perihal pasien pasein di antara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang berbicara), atau
jenis suara halusinasi lain yang berasal dan salah satu bagian tubuh.
Waham-waham menetap jenis lainnya, yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil, misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu, atau kekuatan dan kemampuan di atas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca, atau berkomunikasi dengan mahluk asing dan dunia lain)
Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas:
halusinasi yang menetap dan panca-indera apa saja, apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas, ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan (over-valued ideas) yang menetap, atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu minggu atau berbulan-bulan terus menerus;
arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan (interpolation), yang berkibat inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan, atau neologisme;
perilaku katatonik, seperti keadaan gaduh-gelisah (excitement), posisi tubuh tertentu (posturing), atau fleksibilitas cerea, negativisme, mutisme, dan stupor;
gejala-gejala “negative”, seperti sikap sangat apatis, bicara yang jarang, dan respons emosional yang menumpul atau tidak wajar, biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial; tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi oleh depresi atau medikasi neuroleptika;
Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik (prodromal)
Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan (overall quality) dan beberapa aspek perilaku pribadi (personal behavior), bermanifestasi sebagai hilangnya minat, hidup tak bertujuan, tidak berbuat sesuatu sikap larut dalam diri sendiri (self-absorbed attitude), dan penarikan diri secara sosial.

Prognosis
Walaupun remisi penuh atau sembuh pada skizofrenia itu ada, kebanyakan orang mempunyai gejala sisa dengan keparahan yang bervariasi. Secara umum 25% individu sembuh sempurna, 40% mengalami kekambuhan dan 35% mengalami perburukan. Sampai saat ini belum ada metode yang dapat memprediksi siapa yang akan menjadi sembuh siapa yang tidak, tetapi ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya seperti : usia tua, faktor pencetus jelas, onset akut, riwayat sosial / pekerjaan pramorbid baik, gejala depresi, menikah, riwayat keluarga gangguan mood, sistem pendukung baik dan gejala positif ini akan memberikan prognosis yang baik sedangkan onset muda, tidak ada faktor pencetus, onset tidak jelas, riwayat sosial buruk, autistik, tidak menikah/janda/duda, riwayat keluarga skizofrenia, sistem pendukung buruk, gejala negatif, riwayat trauma prenatal, tidak remisi dalam 3 tahun, sering relaps dan riwayat agresif akan memberikan prognosis yang buruk.

Terapi / Tatalaksana
I. Psikofarmaka
Pemilihan obat Pada dasarnya semua obat anti psikosis mempunyai efek primer (efek klinis) yang sama pada dosis ekivalen, perbedaan utama pada efek sekunder ( efek samping: sedasi, otonomik, ekstrapiramidal). Pemilihan jenis antipsikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan dan efek samping obat. Pergantian disesuaikan dengan dosis ekivalen. Apabila obat antipsikosis tertentu tidak memberikan respons klinis dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang tepat, dapat diganti dengan obat antipsikosis lain (sebaiknya dan golongan yang tidak sama) dengan dosis ekivalennya. Apabila dalam riwayat penggunaan obat antipsikosis sebelumnya sudah terbukti efektif dan efek sampingnya ditolerir baik, maka dapat dipilih kembali untuk pemakaian sekarang. Bila gejala negatif lebih menonjol dari gejala positif pilihannya adalah obat antipsikosis atipikal, Sebaliknya bila gejala positif lebih menonjol dibandingkan gejala negatif pilihannya adalah tipikal. Begitu juga pasien-pasien dengan efek samping ekstrapiramidal pilihan kita adalah jenis atipikal. Obat antipsikotik yang beredar dipasaran dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu antipsikotik generasi pertama (APG I) dan antipsikotik generasi ke dua (APG ll). APG I bekerja dengan memblok reseptor D2 di mesolimbik, mesokortikal, nigostriatal dan tuberoinfundibular sehingga dengan cepat menurunkan gejala positif tetapi pemakaian lama dapat memberikan efek samping berupa: gangguan ekstrapiramidal, tardive dyskinesia, peningkatan kadar prolaktin yang akan menyebabkan disfungsi seksual / peningkatan berat badan dan memperberat gejala negatif maupun kognitif. Selain itu APG I menimbulkan efek samping antikolinergik seperti mulut kering pandangan kabur gangguaniniksi, defekasi dan hipotensi. APG I dapat dibagi lagi menjadi potensi tinggi bila dosis yang digunakan kurang atau sama dengan 10 mg diantaranya adalah trifluoperazine, fluphenazine, haloperidol dan pimozide. Obat-obat ini digunakan untuk mengatasi sindrom psikosis dengan gejala dominan apatis, menarik diri, hipoaktif, waham dan halusinasi. Potensi rendah bila dosisnya lebih dan 50 mg diantaranya adalah Chlorpromazine dan thiondazine digunakan pada penderita dengan gejala dominan gaduh gelisah, hiperaktif dan sulit tidur. APG II sering disebut sebagai serotonin dopamin antagonis (SDA) atau antipsikotik atipikal. Bekerja melalui interaksi serotonin dan dopamin pada ke empat jalur dopamin di otak yang menyebabkan rendahnya efek samping extrapiramidal dan sangat efektif mengatasi gejala negatif. Obat yang tersedia untuk golongan ini adalah clozapine, olanzapine, quetiapine dan rispendon.
Pengaturan Dosis
Dalam pengaturan dosis perlu mempertimbangkan:

Onset efek primer (efek klinis) : 2-4ininggu
Onset efek sekunder (efek samping) : 2-6 jam
Waktu paruh : 12-24 jam (pemberian 1-2 x/hr)
Dosis pagi dan malam dapat berbeda (pagi kecil, malam besar) sehingga tidak mengganggu kualitas hidup penderita.
Obat antipsikosis long acting : fluphenazine decanoate 25 mg/cc atau haloperidol decanoas 50 mg/cc, IM untuk 2-4ininggu. Berguna untuk pasien yang tidak/sulitininum obat, dan untuk terapi pemeliharaan.

Cara / Lama pemberian Mulai dengan dosis awal sesuai dengan dosis anjuran dinaikkan setiap 2-3 hr sampai mencapai dosis efektif (sindrom psikosis reda), dievaluasi setiap 2ininggu bila pertu dinaikkan sampai dosis optimal kemudian dipertahankan 8-12ininggu. (stabilisasi). Diturunkan setiap 2ininggu (dosis maintenance) lalu dipertahankan 6 bulan sampai 2 tahun ( diselingi drug holiday 1-2/hari/minggu) setelah itu tapering off (dosis diturunkan 2-4ininggu) lalu stop.
Untuk pasien dengan serangan sindrom psikosis multiepisode, terapi pemeliharaan paling sedikit 5 tahun (ini dapat menurunkan derajat kekambuhan 2,5 sampai 5 kali). Pada umumnya pemberian obat antipsikosis sebaiknya dipertahankan selama 3 bulan sampai 1 tahun setelah semua gejala psikosis reda sama sekali. Pada penghentian mendadak dapat timbul gejala cholinergic rebound gangguan lambung, mual, muntah, diare, pusing dan gemetar. Keadaan ini dapat diatasi dengan pemberian anticholmnergic agent seperti injeksi sulfas atropin 0,25 mg IM, tablet trhexyphenidyl 3×2 mg/hari.

II. Terapi Psikososial
Ada beberapa macam metode yang dapat dilakukan antara lain :
Psikoterapi individual
Terapi suportif
Sosial skill training
Terapi okupasi
Terapi kognitif dan perilaku (CBT)
Psikoterapi kelompok
Psikoterapi keluarga
Manajemen kasus
Assertive Community Treatment (ACT)

Gangguan Psikosis lainnya
Gangguan Waham
Pedoman Diagnosis
Waham-waham merupakan satu-satunya ciri khas klinik atau gejala yang paling mencolok. Waham-waham tersebut (baik tunggal maupun sebagai suatu sistem waham) harus sudah ada sedikitnya 3 bulan lamanya, dan harus bersifat khas pribadi (personal) dan bukan budaya setempat
Gejala-gejala depresif atau bahkan suatu episode depresif yang lengkap I “full-blown”, mungkin terjadi secara intermiten, dengan syarat bahwa waham-waham tersebut menetap pada saat-saat tidak terdapat gangguan afektif itu.
Tidak boleh ada bukti-bukti tentang adanya penyakit otak
Tidak boleh ada halusinasi auditonk atau hanya kadang-kadang saja ada dan bersifat sementara
Tidak ada riwayat gejala-gejala skizofrenia (waham dikendalikan, siar pikiran, penumpulan afek, dsb)

Gangguan Psikotlk Akut dan Sementara
Pedoman Diagnostik
Menggunakan urutan diagnosis yang mencerminkan urutan prioritas yang diberikan untuk ciri-ciri utama terpilih dari gangguan ini. Urutan prioritas yang dipakai ialah:
Onset yang akut (dalam masa 2ininggu atau kurang = jangka waktu gejala­gejala psikotik menjadi nyata dan mengganggu sedikitnya beberapa aspek kehidupan dan pekerjaan sehari-hari, tidak termasuk periode prodromal yang gejalanya sering tidak jelas) sebagai ciri khas yang menentukan seluruh kelompok;
Adanya sindrom yang khas (berupa “polimorfik” = beraneka ragam dan berubah cepat, atau “schizophrenia-like” = gejala skizofrnik yang khas);
Adanya stress akut yang berkaitan (tidak selalu ada)
Tanpa diketahui berapa lama gangguan akan berlangsung
Tidak ada gangguan dalam kelompok ini yang memenuhi kriteria episode manik atau episode depresif, walaupun perubahan emosional dan gejala­gejala afektif individual dapat menonjol dan waktu ke waktu
Tidak ada penyebab organic, seperti trauma kapitis, delirium, atau demensia. Tidak merupakan intoksikasi akibat penggunaan alcohol atau obat-obatan.

Gangguan Skizoafektif
Pedoman Diagnostik :
Diagnosis gangguan skizoafektif hanya dibuat apabila gejal-gejala definitive adanya skizofrenia dan gangguan afektif sama-sama menonjol pada saat yang bersamaan (simultaneously), atau dalam beberapa hari yang satu sesudah yang lain, dalam satu episode penyakit yang sama, dan bilamana, sebagai konsekuensi dari ini, episode penyakit tidak memenuhi kritena baik skizofrenia maupun episode manik atau depresif
Tidak dapat digunakan untuk pasien yang menampilkan gejala skizofrenia dan gangguan afektif tetapi dalam episode penyakit yang berbeda
Bila seorang pasien skizofrenik menunjukkan gejala depresif setelah mengalami suatu episode psikotik, diberi kode diagnosis F20.4 (Depresi Pasca-skizofrenia). Beberapa pasien dapat mengalami episode skizoafektif berulang, baik berjenis manik maupun depresif atau campuran dari keduanya. Pasien lain mengalami satu atau dua episode skizoafektif terselip di antara episode manik atau depresif.

http://www.facebook.com/groups/skizofrenia/

Posted in Ilmu Keperawatan Jiwa | Leave a Comment »

Penyakit Demam Menghapuskan Dosa

Posted by abukalya pada 13 Oktober 2010

May 20th 2010 by Abu Muawiah | Kirim via Email

5 Jumadil Akhir

Penyakit Demam Menghapuskan Dosa

Dari Abu Said Al-Khudri dan dari Abu Hurairah radhiallahu anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya.” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573)
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu dia berkata: Aku pernah menjenguk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika sakit, sepertinya beliau sedang merasakan rasa sakit yang parah. Maka aku berkata:
إِنَّكَ لَتُوعَكُ وَعْكًا شَدِيدًا قُلْتُ إِنَّ ذَاكَ بِأَنَّ لَكَ أَجْرَيْنِ قَالَ أَجَلْ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى إِلَّا حَاتَّ اللَّهُ عَنْهُ خَطَايَاهُ كَمَا تَحَاتُّ وَرَقُ الشَّجَرِ
“Sepertinya anda sedang merasakan rasa sakit yang amat berat, oleh karena itukah anda mendapatkan pahala dua kali lipat.” Beliau menjawab, “Benar, tidaklah seorang muslim yang terkena gangguan melainkan Allah akan menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana gugurnya daun-daun di pepohonan.” (HR. Al-Bukhari no. 5647 dan Muslim no. 2571)
Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang berkunjung ke rumah Ummu Sa`ib atau Ummu Musayyab, maka beliau bertanya:
مَا لَكِ يَا أُمَّ السَّائِبِ أَوْ يَا أُمَّ الْمُسَيَّبِ تُزَفْزِفِينَ قَالَتْ الْحُمَّى لَا بَارَكَ اللَّهُ فِيهَا فَقَالَ لَا تَسُبِّي الْحُمَّى فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
“Ada apa denganmua wahai Ummu Sa`ib -atau Ummu Musayyab- sampai menggigil begitu?” Dia menjawab, “Demam! Semoga Allah tidak memberkahinya.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah kamu mencela penyakit demam, karena dia dapat menghilangkan kesalahan (dosa-dosa) anak Adam, seperti halnya kir (alat peniup atau penyala api) membersihkan karat-karat besi.” (HR. Muslim no. 4575)

Penjelasan ringkas:
Di antara bentuk kesabaran terhadap takdir Allah yang menyakitkan adalah bersabar atas semua penyakit yang menimpa. Dan sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa kesabaran hukumnya adalah wajib dan bukan sunnah. Karenanya barangsiapa yang tidak bersabar menghadapi penyakit yang menimpanya maka sungguh dia telah terjatuh ke dalam dosa yang sangat besar.

Bagaimana caranya seseorang bisa bersabar?
Banyak faktor yang bisa membantu dan memudahkan seseorang untuk bersabar. Di antaranya adalah dengan mengetahui keutamaan orang yang terkena musibah termasuk sakit. ‘Tidak kenal maka tak sayang’, karenanya siapa yang tidak mengenal hakikat dari musibah dan penyakit niscaya dia tidak akan senang untuk sakit, dan sebaliknya siapa yang mengetahui hakikat dari semua musibah dan penyakit niscaya dia bukan hanya akan bersabar tapi justru dia akan bersyukur karena telah tertimpa musibah dan penyakit.

Trus, apa keutamaan orang yang tertimpa musibah dan penyakit?
Sebagiannya sudah disebutkan dalam hadits-hadits di atas yaitu dosa-dosanya akan diampuni selama dia terkena musibah dan penyakit. Dan banyak lagi yang lain bisa dibaca dalam kitab Riyadh Ash-Shalihin karya Imam An-Nawawi pada bab-bab pertama tentang keutamaan sabar.
Karenanya, semakin lama seseorang sakit atau semakin sering seseorang tertimpa musibah maka dosa-dosa yang terhapus akan lebih banyak. Kalau begitu, bukankah orang yang terkena musibah dan penyakit sangat pantas untuk bersyukur kepada Allah.
Karenanya Syaikhul Islam Ibnu Taimiah menyebutkan 4 tingkatan manusia dalam menghadapi musibah, mulai dari yang terendah sampai ke yang tertinggi:
1.    Marah dan tidak bersabar. Baginya dosa yang besar.
2.    Sabar. Dia telah selamat dari dosa dan mendapatkan pahala karena kesabarannya
3.    Ridha terhadap musibah yang menimpa. Dia mendapatkan pahala tambahan yang jauh lebih besar daripada pahala kesabaran.
4.    Syukur. Inilah jenjang tertinggi dalam menghadapi musibah.

Apakah terhapusnya dosa dipersyaratkan sabar?
Ada silang pendapat di kalangan ulama dalam masalah ini. Hanya saja yang lebih tepat insya Allah: Bahwa terhapusnya dosa itu sudah terjadi hanya dengan seseorang tertimpa musibah atau penyakit, baik dia bersabar menghadapinya maupun tidak. Hal itu karena dalil-dalil di atas bersifat umum bahwa Allah akan mengampuni dosa hanya dengan seseorang terkena musibah, tanpa menyinggung apakah dia bersabar atau tidak.
Yang jelas orang yang tertimpa musibah dan penyakit akan terhapus dosa-dosanya. Jika dia bersabar maka dia mendapatkan tambahan pahala, tapi jika dia tidak bersabar maka dia telah berbuat dosa yang besar.

Sumber: http://al-atsariyyah.com/akhlak-dan-adab/penyakit-demam-menghapuskan-dosa.html

Posted in Belajar Ilmu Islam | Leave a Comment »

Pasienku-1 Akhirnya Pulang

Posted by abukalya pada 9 Agustus 2010

Begitulah…setelah beberapa minggu lamanya , akhirnya pasien ini pulang.

Bekal untuk pulangpun sudah disertakan, obat untuk 1 bulan yang kemudian 3 hari sebelum habis, pasien atau keluarganya akan ambil obat lagi tentunya ke poli jiwa atau puskesmas. Satu hal lagi, bahwa meskipun obatnya sudah ada ternyata banyak diantara pasien yang sudah merasa sembuh karena tidak adanya lagi gejala yang dirasakan. Namun justru pada kondisi inilah yang biasanya pasien akan kembali mengalami gejala-gejala tersebut. Pada kondisi ini, peran keluarga sangat penting untuk meyakinkan bahwasanya obat masih dibutuhkan, dan yang berhak memutuskan untuk tidak minum obat atau menurunkan dosisnya tentu dokter yang merawat/psikiater.

Yah…saya sih berharap banyak agar setiap pasien yakin sehingga dapat melaksanakan pengobatan yang tidak singkat ini…semoga pasien-1 ini tidak kembali lagi…INI adalah harapan …SEMOGA saja..

—selesai—

Posted in Artikel | Leave a Comment »

Pasienku-1

Posted by abukalya pada 8 Mei 2010

Sudah lima hari ini pasien yg satu ini selalu saja menolak untuk makan. Masuk RS sudah hampir 20x dengan Schizoprenia, dan setiap kali masuk selalu karena ketidakpatuhan minum obat, yg dalam bahasa kami disebut ketidakefektifan regimen therapy.

Kondisinya ya, hampir sama dengan pasien2 dengan HDR lainnya: diam, mengurung diri di kamar, kalau ditanya cuma diam saja. Kadang senyum-senyum dan bicara sendiri. Kalau gejala ini sih tidak saya kuatirkan karena insyaAllah dalam beberapa hari biasanya akan membaik, tapi sudah 5 hari ini tidak makan, ini yang saya kuatirkan. Meskipun tampaknya KUnya baik dengan TTV juga baik, tapi tetap harus diperhatikan dengan X-Tra. Dan akhirnya kamipun konsul ke dokter ruangan, yg kemudian disarankan untuk infus saja bila besok (hari ini) belum mau makan.

Ya..akhirnya kita infus..dengan seperti biasa, kita fixasi dulu agar infusnya stabil dan tidak dicabut oleh pasien (maklum masih bingung) Yang membuat saya hampir saja ketawa ketika sehari sebelumnya, pada saat saya antarkan nasi siangnya ke kamarnya. Pasien menolak, setelah agak didesak dia lalu mengatakan, “saya mau makan, tapi tempeleng saya dulu pak”

Hah??? I am shocked coz this is the first time i heard a patient ask it…saya kemudian membujuknya (tentunya tidak menuruti apa yg dia mau) untk makan, tapi tetap tidak mau…dan akhirnya di infus.

Tidak mungkin pasien saya akan minta hal2 yg tidak masuk akal bila berpikirnya jernih. Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada pasien2 saya, dan memberikan kesabaran kepada keluarganya.

“SESUNGGUHNYA HANYA ORANG-ORANG YANG BERSABARLAH YANG DICUKUPKAN PAHALA MEREKA TANPA BATAS (AZ-ZUMAR:10)

~~~~~SELESAI~~~~~

Posted in Artikel | Leave a Comment »

Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib

Posted by abukalya pada 7 Mei 2010

Tanya:

Assalaamualaykum warohmatullahi wabarokatuh. Saya baru belajar mendalami agama Allah yg sebenarnya, yg mengikut al-Qur’an dan hadist dan sunnah para sahabat dan imam. Ada yg ingin saya tanyakan? Masalah shalat sunnah dalam menjalankan shalat lima waktu. Ada yg boleh dikerjakan dan tidak. Maksudnya shalat sunnah yang boleh dikerjakan waktu mengerjakan shalat wajib lima waktu: Yg mana boleh di kerjakan dan mana yang tidak?
Tolong diberi penjelasannya …
Fauzan <fauzan@gmail.com>

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Mungkin yang anda maksud adalah shalat sunnah rawatib (yang berada sebelum dan setelah shalat wajib). Ada tiga hadits yang menjelaskan jumlah shalat sunnah rawatib beserta letak-letaknya:
1. Dari Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Dan dalam riwayat At-Tirmizi dan An-Nasai, ditafsirkan ke-12 rakaat tersebut. Beliau bersabda:
مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772 dari Aisyah)

2. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu dia berkata:
حَفِظْتُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ
“Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa shalat sunnat sepuluh raka’at yaitu; dua raka’at sebelum shalat zuhur, dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah shalat maghrib di rumah beliau, dua raka’at sesudah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua raka’at sebelum shalat subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729)
Dalam sebuah riwayat keduanya, “Dua rakaat setelah jumat.”
Dalam riwayat Muslim, “Adapun pada shalat maghrib, isya, dan jum’at, maka Nabi r mengerjakan shalat sunnahnya di rumah.”

3. Dari Ibnu Umar dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا
“Semoga Allah merahmati seseorang yang mengerjakan shalat (sunnah) empat raka’at sebelum Ashar.” (HR. Abu Daud no. 1271 dan At-Tirmizi no. 430)

Maka dari sini kita bisa mengetahui bahwa shalat sunnah rawatib adalah:
a. 2 rakaat sebelum subuh, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
b. 2 rakaat sebelum zuhur, dan bisa juga 4 rakaat.
c. 2 rakaat setelah zuhur
d. 4 rakaat sebelum ashar
e. 2 rakaat setelah jumat.
f. 2 rakaat setelah maghrib, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
g. 2 rakaat setelah isya, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.

Lalu apa hukum shalat sunnah setelah subuh, sebelum jumat, setelah ashar, sebelum maghrib, dan sebelum isya?
Jawab:
Adapun dua rakaat sebelum maghrib dan sebelum isya, maka dia tetap disunnahkan dengan dalil umum:
Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ قَالَهَا ثَلَاثًا قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ
“Di antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada shalat (sunnah).” Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, “Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.” (HR. Al-Bukhari no. 588 dan Muslim no. 1384)
Adapun setelah subuh dan ashar, maka tidak ada shalat sunnah rawatib saat itu. Bahkan terlarang untuk shalat sunnah mutlak pada waktu itu, karena kedua waktu itu termasuk dari lima waktu terlarang.
Dari Ibnu ‘Abbas dia berkata:
شَهِدَ عِنْدِي رِجَالٌ مَرْضِيُّونَ وَأَرْضَاهُمْ عِنْدِي عُمَرُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَشْرُقَ الشَّمْسُ وَبَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ
“Orang-orang yang diridlai mempersaksikan kepadaku dan di antara mereka yang paling aku ridhai adalah ‘Umar, (mereka semua mengatakan) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang shalat setelah Shubuh hingga matahari terbit, dan setelah ‘Ashar sampai matahari terbenam.” (HR. Al-Bukhari no. 547 dan Muslim no. 1367)
Adapun shalat sunnah sebelum jumat, maka pendapat yang rajih adalah tidak disunnahkan. Insya Allah mengenai tidak disyariatkannya shalat sunnah sebelum jumat akan datang pembahasannya tersendiri, wallahu Ta’ala a’lam.

sumber: http://al-atsariyyah.com/?p=1864#more-1864

Posted in Belajar Ilmu Islam | Leave a Comment »

Wajibnya Menjaga Waktu dan Tidak Menyia-Nyiakannya

Posted by abukalya pada 7 Mei 2010

Dari Ibnu Abas -radhiallahu anhuma- dia berkata: Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang kebanyakan orang tertipu padanya: Kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari no. 6412)

Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata:

كَانَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ (أَيْ: عَشْرُ رَمَضَانَ) أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ

“Jika sudah masuk kesepuluh hari (yakni: sepuluh terakhir ramadhan), Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya (untuk shalat), dan beliau menguatkan ikatan sarung beliau (tidak melakukan jima’).” (HR. Al-Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)

Dari Ibnu Mas’ud -radhiallahu anhu- dari Nabi -shallallahu alaihi wasallam- beliau bersabda:

لاَ تَزُوْلُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ, وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ, وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ, وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ؟

“Tidak akan bergerak kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya dengan lima pertanyaan: Tentang umurnya kemana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia belanjakan, dan apa yang sudah dia amalkan dari ilmunya?” (HR. At-Tirmizi no. 2416 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7299)

Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- dia berkata: Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

مَنْ خَافَ أَدْلَجَ وَمَنْ أَدْلَجَ بَلَغَ الْمَنْزِلَ. أَلآ إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ غَالِيَةٌ إِلاَّ إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ الْجَنَّةُ

“Barangsiapa yang takut akan musuh (setan) maka hendaknya dia berjalan di malam hari, dan barangsiapa yang berjalan di malam hari maka dia akan sampai (dengan selamat) ke tujuannya. Ketahuilah sesungguhnya barang dagangan Allah harganya mahal, hanya saja barang dagangan Allah adalah surga.” (HR. At-Tirmizi no. 2450 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 6222)

Penjelasan ringkas:

Waktu adalah kehidupan, karenanya barangsiapa yang menyia-nyiakan waktunya maka sungguh dia telah menyia-nyiakan hidupnya. Sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama as-salaf, “Wahai anak Adam, kamu tidak lain kecuali hari-hari, setiap kali berlalu sebuah hari maka sebagian dirimu juga telah pergi darimu.” Akan tetapi kenyataannya kebanyakan manusia melalaikan nikmat waktu luang ini, mereka mengira bahwa waktu luang adalah waktu untuk bersantai sehingga mereka menelantarkannya. Sungguh mereka inilah orang-orang yang tertipu dan yang mendapatkan kerugian di dunia dan terlebih lagi di akhirat, karena semua waktu luang yang dia miliki akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah Ta’ala sebelum dia bergerak pada hari kiamat. Bahkan bukan sekedar waktu luang, akan tetapi masa muda yang menjadi fase terlama yang dialami manusia dalam hidupnya, bahkan semua umurnya akan dimintai pertanggung jawabannya.

Para ulama kita menyatakan bahwa di antara sebab terbesar menyimpangnya seseorang adalah tatkala dia mempunyai banyak waktu luang yang tidak dia manfaatkan dengan baik. Karena di antara jalan masuknya setan untuk menggelincirkan manusia adalah pada waktu luang ini dimana hati kosong dari kegiatan. Sebagian ulama as-salaf pernah berkata, “Jika hati kosong dari zikir kepada Allah maka akan diisi oleh zikir kepada setan, dan itu pasti.” Karenanya barangsiapa yang takut kepada setan yang menjadi musuhnya niscaya dia akan berjalan di malam hari, yakni dia tidak akan membuang-buang waktu untuk istirahat di tengah perjalanannya menuju ke kampungnya (surga), tapi malam hari itu dia tetap berjalan, yakni mengisi semua waktunya untuk beramal saleh agar dia cepat tiba di kampungnya dalam keadaan selamat dari gangguan setan yang diibaratkan pembajak yang membajak setiap musafir yang bermalam di padang pasir. Kesimpulannya sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Asy-Syafi’i -rahimahullah-, “Waktu itu bagaikan pedang, kalau kamu tidak menggunakannya untuk menebas maka dia yang akan menebas kamu.” Maksudnya waktu jika tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya maka waktu itu yang akan membinasakan kita di akhirat karena kita tidak bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah. Wallahul Muata’an.

Sumber: http://al-atsariyyah.com/?p=1435&cpage=1#comment-1625

Posted in Belajar Ilmu Islam | Leave a Comment »

Mengqadha` Shalat yang Tertinggal

Posted by abukalya pada 7 Mei 2010

Dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا لَا كَفَّارَةَ لَهَا إِلَّا ذَلِكَ: وَأَقِمْ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
“Barangsiapa lupa suatu shalat, maka hendaklah dia melaksanakannya ketika dia ingat. Karena tidak ada tebusannya kecuali itu. Allah berfirman: ‘(Dan tegakkanlah shalat untuk mengingat-Ku).” (QS. Thaha: 14). (HR. Al-Bukhari no. 597 dan Muslim no. 1102)
Dari Abu Qatadah  dia berkata:
سِرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ لَوْ عَرَّسْتَ بِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَخَافُ أَنْ تَنَامُوا عَنْ الصَّلَاةِ قَالَ بِلَالٌ أَنَا أُوقِظُكُمْ فَاضْطَجَعُوا وَأَسْنَدَ بِلَالٌ ظَهْرَهُ إِلَى رَاحِلَتِهِ فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ فَنَامَ فَاسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ طَلَعَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَقَالَ يَا بِلَالُ أَيْنَ مَا قُلْتَ قَالَ مَا أُلْقِيَتْ عَلَيَّ نَوْمَةٌ مِثْلُهَا قَطُّ قَالَ إِنَّ اللَّهَ قَبَضَ أَرْوَاحَكُمْ حِينَ شَاءَ وَرَدَّهَا عَلَيْكُمْ حِينَ شَاءَ يَا بِلَالُ قُمْ فَأَذِّنْ بِالنَّاسِ بِالصَّلَاةِ فَتَوَضَّأَ فَلَمَّا ارْتَفَعَتْ الشَّمْسُ وَابْيَاضَّتْ قَامَ فَصَلَّى
“Kami pernah berjalan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu malam. Sebagian kaum lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sekiranya anda mau istirahat sebentar bersama kami?” Beliau menjawab: “Aku khawatir kalian tertidur sehingga terlewatkan shalat.” Bilal berkata, “Aku akan membangunkan kalian.” Maka merekapun berbaring, sedangkan Bilal bersandar pada hewan tunggannganya, tapi rasa kantuknya mengalahkannya dan akhirnya iapun tertidur. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun ternyata matahari sudah terbit, maka beliau pun bersabda: “Wahai Bilal, mana bukti yang kau ucapkan!” Bilal menjawab: “Aku belum pernah sekalipun merasakan kantuk seperti ini sebelumnya.” Beliau lalu bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla memegang ruh-ruh kalian sesuai kehendak-Nya dan mengembalikannya kepada kalian sekehendak-Nya pula. Wahai Bilal, berdiri dan adzanlah (umumkan) kepada orang-orang untuk shalat!” kemudian beliau berwudhu, ketika matahari meninggi dan tampak sinar putihnya, beliau pun berdiri melaksanakan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 595)
Dari Jabir bin Abdullah  dia bercerita:
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ جَاءَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ بَعْدَ مَا غَرَبَتْ الشَّمْسُ فَجَعَلَ يَسُبُّ كُفَّارَ قُرَيْشٍ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا كِدْتُ أُصَلِّي الْعَصْرَ حَتَّى كَادَتْ الشَّمْسُ تَغْرُبُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاللَّهِ مَا صَلَّيْتُهَا فَقُمْنَا إِلَى بُطْحَانَ فَتَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ وَتَوَضَّأْنَا لَهَا فَصَلَّى الْعَصْرَ بَعْدَ مَا غَرَبَتْ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى بَعْدَهَا الْمَغْرِبَ
“Bahwa ‘Umar bin Al Khaththab datang pada hari peperangan Khandaq setelah matahari terbenam hingga ia mengumpat orang-orang kafir Quraisy, lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku belum melaksanakan shaat ‘Ashar hingga matahari hampir terbenam!” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Demi Allah, aku juga belum melakasanakannya.” Kemudian kami berdiri menuju Bath-han, beliau berwudlu dan kami pun ikut berwudlu, kemudian beliau melaksanakan shalat ‘Ashar setelah matahari terbenam, dan setelah itu dilanjutkan dengan shalat Maghrib.” (HR. Al-Bukhari no. 596)

Penjelasan ringkas:
Tatkala orang yang shalat mengalami sesuatu yang membuat dia sibuk sehingga tidak bisa mengerjakan shalat pada waktunya ataukah membuat dia lupa dari mengerjakannya ataukah dia tidur hingga keluar waktunya ataukah uzur-uzur syar’i lainnya yang menyebabkan dia tidak bisa mengerjakan shalat pada waktunya. Tatkala semua hal itu bisa terjadi, maka dari rahmat Allah Ta’ala kepada para hamba-Nya Dia tidak menghukum mereka atas kekurangan tersebut. Bahkan Dia menyariatkan kepada mereka untuk mengqadha` shalat yang dia tinggalkan tersebut ketika uzurnya sudah hilang. Karenanya barangsiapa yang meninggalkan suatu shalat karena lupa atau ketiduran atau ada uzur lain -yang dibenarkan oleh syariat- maka hendaknya dia mengqadha` shalat tersebut sesegera mungkin setelah dia ingat atau bangun dari tidurnya, walaupun waktunya telah keluar, bahkan walaupun telah berlalu 2 atau lebih waktu shalat.

Jika shalat yang ditinggalkan itu ada 2 atau lebih, maka hal yang perlu diperhatikan adalah diwajibkan untuk men’tartib’ atau mengurutkan shalat-shalat yang akan diqadha` tersebut. Karenanya jika seseorang ketiduran dari shalat zuhur dan ashar lalu dia baru bangun di waktu maghrib, maka tidak diperbolehkan baginya untuk shalat maghrib dahulu atau ashar terlebih dahulu. Tapi hendaknya dia shalat zuhur terlebih dahulu lalu shalat ashar lalu shalat maghrib. Kecuali jika watu maghrib sudah hampir habis, maka hendaknya dia shalat maghrib dahulu baru kemudian shalat zuhur lalu ashar. Semua ini berdasarkan hadits Jabir  di atas dan juga berdasarkan hadits Abu Said Al-Khudri  riwayat An-Nasai (660) dan selainnya bahwa Nabi  luput mengerjakan 4 shalat pada perang Khandaq, lalu beliau mengqadha`nya secara berurutan.

Kemudian, para ulama menyatakan bahwa kewajiban tartib ini bisa gugur dengan 5 perkara:
1.    Khawatir waktu sekarang hampir habis, seperti yang kami sebutkan di atas.
2.    Lupa.
3.    Khawatir ketinggalan shalat jamaah.
4.    Khawatir ketinggalan shalayt jumat.
5.    Tidak tahu hukumnya.
Lihat penjabaran masalahnya dalam Asy-Syarh Al-Mumti’ (2/143-148) karya Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin rahimahullah.

sumber: http://al-atsariyyah.com/?p=2054

Posted in Belajar Ilmu Islam | Leave a Comment »

Akep PASIEN DENGAN HALUSINASI

Posted by abukalya pada 2 Mei 2010

Gangguan persepsi sensori: Halusinasi merupakan salah satu masalah keperawatan yang dapat ditemukan pada pasien gangguan jiwa. Modul ini berisi panduan agar Saudara dapat memberikan asuhan keperawatan kepada pasien  dengan halusinasi. Saudara dapat mempelajari isi modul ini, mengerjakan latihan-latihan sesuai panduan sehingga Saudara mampu menangani  pasien halusinasi yang ada di ruang MPKP. Baca entri selengkapnya »

Posted in Ilmu Keperawatan Jiwa | 1 Comment »

Askep dengan Risiko PERILAKU KEKERASAN

Posted by abukalya pada 2 Mei 2010

ASUHAN  KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN

Perilaku kekerasan merupakan salah satu respons terhadap stresor yang dihadapi oleh seseorang. Respons ini dapat menimbulkan kerugian baik kepada diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan. Melihat dampak dari kerugian yang ditimbulkan, maka penanganan pasien dengan perilaku kekerasan perlu dilakukan secara cepat dan tepat oleh tenaga-tenaga yang profesional.

A.  TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari modul ini saudara diharapkan mampu :

  1. Mengkaji  data perilaku kekerasan
  2. Menetapkan diagnosa keperawatan berdasarkan data yang dikaji
  3. Melakukan tindakan keperawatan kepada pasien
  4. Melakukan tindakan keperawatan kepada keluarga
  5. Mengevaluasi kemampuan pasien dan keluarga dalam menangani masalah perilaku kekerasan
  6. Mendokumentasikan hasil asuhan keperawatan pasien dengan perilaku kekerasan

B.  PENGKAJIAN

1.   Pengertian

Perilaku kekerasan adalah Baca entri selengkapnya »

Posted in Ilmu Keperawatan Jiwa | Leave a Comment »